Kamis, 21 Juni 2012

Bacaan Juumat ini

Pengertian dan Macam-macam Tipe Prestasi Belajar Prestasibelajar adalah hasil perubahan tingkah laku berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan yang dicapai dari proses pemberian pengalaman belajar. Prestasi belajar diupayakan menjadi tolak ukur yang dapat dinilai keberhasilannya. Prestasi belajar juga memiliki cakupan cukup luas dan tipe beragam yang menuntut perbedaan dalam hal cara penilaiannya. Oleh karena itu, dalam proses penilaian hasil belajar, harus mempertimbangkan tipe hasil belajar yang akan dinilai.
Adabeberapa pendapat tentang tipe-tipe hasil belajar. Howard Kisney membagi tipe hasil belajar menjadi tiga macam, yaitu (1) keterampilan dan kebiasaan, (2) pengetahuan dan pengetian, (c) sikap dan cita-cita. Sedangkan membagi lima kategori hasil belajar, yaitu (1) verbal information, (2) intelektual skill, (3) strategi kognitif, (4) attitude, (5) motor skill.

BenyaminBloom membagi hasil belajar menjadi tiga tipe, yaitu (1) bidang kognitif, (2) bidang afektif, dan (3) bidang psikomotorik. Jika diamati, pendapat Bloom ternyata merupakan garis besar dari dua pendapat sebelumnya (Kisney dan Gagne). Oleh karena itu, pendapat Bloom inilah yang diambil oleh penulis dalam pembahasan selanjutnya.
a. Tipe Hasil Belajar Kognitif
Tipehasil belajar kognitif adalah kemampuan-kemampuan yang berhubungan dengan dengan intelektual. Dalam tipe ini ada enam aspek secara bertingkat, yaitu hafalan, pemahaman, penerapan, analisis, sitesis dan evaluasi.
b. Tipe Hasil Belajar Afektif
HasilBelajar afektif adalah kemampuan-kemampuan yang berhubungan dengan sikap siswa. Dalam hal ini terdiri dari lima tingkatan, yaitu Receiving/attending (menerima rangsangan), renponding (merespon/menjawab rangsangan), valuing (penilaian), Organisasi, dan Internalisasi nilai atau karakteristik nilai.

c. Tipe Hasil Belajar Psikomotorik
Yangdimaksud dengan hasil belajar psikomotorik adalah kemampuan yang berbentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Ada enam tingkatan keterampilan, yaitu gerakan refleks, gerakan dasar, kemampuan perseptual, kemampuan di bidang fisik, gerakan skill (terampil), kemampuan yang berkenaan dengan kominikasi non-descurtive seperti gerakan ekspresif dan interpretatif.
Ketiga tipe hasil belajar tersebut sebenarnya bejalan secara bersamaan, saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Seseorang yang berubah pada bidang kognitif secara otomatis akan mempengaruhi sikap dan keterampilannya pula.
Faktor-faktoryang Memperngaruhi Prestasi Belajar
Paraahli pendidikan sepakat bahwa ada dua macam faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu faktor dari dalam diri siswa itu sendiri (faktor internal) dan faktor dari luar atau dari lingkungan (faktor eksternal).
Faktorinternal, terdiri dari kemampuan siswa, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis.
Faktorekternal atau faktor lingkungan cenderung kepada kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran itu sendiri terdiri dari tiga komponen yaitu:
a. Kompetensi guru, ada empat jenis kompetensi guru, yaitu kompetensi profesioanal, pedagogis, kepribadian, dan sosial.
b. Karakteristik kelas, yang terdiri dari antara lain; besarnya kelas (jumlah siswa dalam satu kelas), suasana dan proses belajar, fasilitas dan sumber daya yang tersedia.
c. Karakteristik sekolah, yang berkaitan dengan kedisiplinan, sarana dan prasarana, letak geografis, lingkungan sekolah, estetika dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pelayanan yang membuat siswa merasa nyaman belajar di sekolah.
MenurutRichard Clark, hasil belajar siswa di sekolah 70 % dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungannya. Akan tetapi, cukup sulit untuk mengontrol faktor internal seperti kemampuan siswa ini karena hal tersebut berkaitan dengan faktor lain yang berasal dari masa lalu, genetik dan lingkungan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, hal yang mungkin untuk dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan mengontrol 30% dari pengaruh tersebut, yaitu faktor lingkungan. Guru sebagai desainer pembelajaran memiliki peran dalam mendesain pembelajaran sedemikian rupa agar dapat menghasilkan prestasi siswa secara optimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar